Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Kisah. Tampilkan semua postingan

Bagaimanakah Adab Ketika Saudara kita ada yang sakit...?, Tidak Sekedar Menjenguk si Sakit begini Tuntunan nya.



Rasulullah berkata, apabila seorang muslim menjenguk orang muslim yang sedang sakit, maka ia berada di dalam ‘khurfatul jannah’

Menjenguk orang sakit amat dianjurkan dalam ajaran Islam. Karena amalan ini disamping bernilai ibadah, juga memberikan dampak positif tak hanya kepada si sakit, si penjenguk pun memperoleh manfaat darinya. Akan tetapi itu bisa diperoleh maksimal jika diiringi dengan amalan-amalan lainya.

Diriwayatkan di dalam hadits sahih muttafaq ‘alaih dari Abu Hurairah r.a. bahwa Nabi saw. bersabda: “Hak orang muslim atas orang muslim lainnya ada lima: menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazahnya, mendatangi undangannya, dan mendoakannya ketika bersin.”

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Berilah makan orang yang lapar, jenguklah orang yang sakit, dan tolonglah orang yang kesusahan.”

Dalam Ktab Nailul-Authar, yang dimaksud dengan sabda Rasulullah saw. tentang ‘hak orang muslim’ ialah tidak layak ditinggalkan dan melaksanakannya ada kalanya hukumnya wajib atau sunnah muakkad yang menyerupai wajib. Sedangkan menggunakan perkataan tersebut –yakni haq (hak)—dengan kedua arti di atas termasuk bab menggunakan lafal musytarik dalam kedua maknanya, karena lafal al-haq itu dapat dipergunakan dengan arti ‘wajib’, dan dapat juga dipergunakan engan arti ‘tetap,’ ‘lazim,’ ‘benar,’ dan sebagainya.”

Begitu mulianya amalan menjenguk orang sakit, sampai-sampai Rasulullah bersabda. “Sesungguhnya apabila seorang muslim menjenguk orang muslim lainnya, maka ia berada di dalam khurfatul jannah.”

Dalam riwayat lain para sahabat bertanya kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, apakah khurfatul jannah itu?” Beliau menjawab, “Yaitu taman buah surga.”

Nah, sebelum kita semua melakukan amal kebajikan ini, berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan bagi siapa saja yang hendak menjenguk orang sakit;

Bertanya tentang Kondisi Si Sakit kepada Keluarganya

Tentu, ketika seseorang menjenguk si sakit, maka ia juga bertemu juga dengan keluarganya. Hendaknya penjenguk menanyakan kondisi si sakit kepada mereka terlebih dahulu. Karena mereka juga memahami benar kondisi kesehatan si sakit.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa suatu saat Ali bin Abu Thalib pergi, setelah ia berada bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (SAW) di saat beliau menderita sakit, yang menyebabkan wafatnya beliau. Orang-orang mengatakan,”Wahai Abu Hasan (julukan Ali bin Abi Thalib), bagaimana keadaan Rasulullah (SAW)?” Ia menjawab,”Pagi ini alhamdulillah, beliau sembuh.” (Riwayat Bukhari).

Bertanya kepada Si Sakit tentang Kondisinya

Walau sudah mengetahui keadaan si sakit lewat keluarganya, perlu juga bertanya kepada si sakit, disamping untuk memperoleh informasi tambahan, bertanya kepadanya bisa meringankan, karena ia merasa ada yang memperhatikan kondisinya.

Rasulullah (SAW) bersabda,”Kesempurnaan menjenguk orang sakit…hendaknya salah satu diantara kalian meletakkan tangannya di atas kening si sakit atau tangannya dan mengatakan kepadanya, bagaimana keadaannya.” (Riwayat Tirmidzi).

Mendoakan si Sakit

Dari Sa’ad bin Abi Waqash Radhiyallahu ‘anhu (RA) ia berkata,”Rasulullah (SAW) menjenguk saya ketika saya sakit dan mengatakan,”Allahumma isyfi Sa’dan, allahumma isyfi Sa’dan, allahumma isyfi Sa’dan.” (Riwayat Muslim).


Doa itu bermakna, ya Allah, sembuhkanlah Sa’ad. Selain doa ini, ada pula beberapa doa yang lainnya.

Berpesan kepada Keluarga Si Sakit agar Melayaninya dengan Baik

Sesungguhnya seorang perempuan dari Juhainah mendatangi Rasulullah (SAW) dalam keadaan hamil karena perzinaan lalu ia mengatakan,”Wahai Rasulullah, saya telah terkena hadd, maka lakukanlah itu kepada saya.” Maka Rasulullah (SAW) mendatangi walinya dan berpesan,”Perlakukanlah ia dengan baik…” (Riwayat Muslim).

Para ulama menyamakan kondisi hamil dengan sakit. Sehingga Imam Nawawi menjadikan hadits ini sebagai dalil atas dianjurkannya berpesan kepada keluarga agar memperlakukan si sakit dengan baik.

Menghibur Si Sakit
Agar si sakit merasa tenang, dianjurkan juga penjenguk menghiburnya. Rasulullah (SAW) bersabda,”Jika kalian mengunjungi orang sakit…hilangkan kekhawatirannya mengenai ajal, itu tidak bisa menolak apapun, akan tetapi bisa menghibur dirinya.” (Riwayat Tirmidzi).

Ibnu Alan menjelaskan, bahwa menghibur si sakit bisa menggunakan ungkapan, Allah akan memperpanjang umurmu atau Allah akan menyembuhkanmu.

Menyebut Kebaikan Si Sakit

Menyebut kebaikan si mayit, bisa membesarkan hatinya, terutama dalam menghadapi situasi yang membuat si sakit khawatir. Ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.

Dari Ibnu Syumamah, ia berkata,”Kami menghadiri Amru bin Ash (RA) dan beliau telah mendekati ajal. Beliau menangis lama, kemudian memalingkan wajahnya ke dinding, hingga putra beliau mengatakan,”wahai ayah, bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” Bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” Bukankah Rasulullah telah memberi kabar gembira kepadamu dengan begini?” (Riwayat Muslim).

Meminta Doa kepada Si Sakit

Menjenguk si sakit memberi manfaat juga kepada si penjenguk, karena doa si sakit lebih mudah terkabul. Sehingga dianjurkan agar penjenguk meminta doa kepada si sakit. Rasulullah (SAW) bersabda,”Jika kalian mengunjugi orang sakit…maka mintalah agar ia mendoakanmu. Sesungguhnya doanya seperti doa para malaikat.” (Riwayat Ibnu Majah). [tho/www.hidayatullah.com]

Rep: Admin Hidcom
Editor: Cholis Akbar







Pesan Rasulullah Pada Wanita Saat Melayani Suami di Tempat Tidur ... No. 7 Sering Dilakukan Oleh Para Istri ... ASTAQFIRULLAH..



Melayani suami ditempat tidur adalah kewajiban seorang istri, dikarenakan hal tersebut termasuk tugas seorang istri untuk membahagiakan sang suami. Sebagai umat Rasulullah kita harus berusaha untuk melaksanakan setiap sunnah yang telah dicontohkan beliau. Dari beliau lah kita belajar menjalani hidup sesuai ajaran agama agar mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Inilah Pesan Rasulullah Pada Wanita Saat Melayani Suami Di Tempat Tidur Dalam pernikahan, hubungan suami istri bukanlah hal yang tabu lagi. Justru, Islam menganjurkan pasangan suami istri untuk melakukan hubungan intim untuk melanjutkan keturunan. Namun terdapat hal-hal yang harus diperhatikan seorang wanita dalam melayani ajakan suaminya dalam hubungan ini, yaitu:

1. Memberi suasana kemesraan dengan memberikan tampilan menarik

Suami istri haruslah menjaga kemesraan mereka agar pernikahan dapat terjalin dengan baik. Cara yang bisa dilakukan seorang istri adalah dengan membuat tampilan yang menarik agar suami tidak berpaling ke lain hati.

2. Tidak membayangkan tubuh lelaki lain

Meskipun hanya sekedar membayangkan, Allah melarang wanita untuk itu. Karena kita sudah memiliki suami dan harus menjaga syahwat agar tidak tertarik dengan laki-laki lain.

3. Memenuhi ajakan suami sesegera mungkin

Salah satu tugas bagi seorang istri adalah melayani suami untuk membahagiakannya. Oleh karena itu, ketika ia meminta istri untuk melayaninya, maka secepat mungkin seorang istri harus melakukan permintaan suaminya itu, bahkan melayani suami di malam pertama.

4. Tampilan

mempesona setiap kali dilihat
Melihat orang yang dicintai merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi manusia. Begitu juga dengan suami yang sangat bahagia ketika istrinya bersikap lemah lembut, terlebih dengan tampilan yang mempesona.

5. Tidak berhubungan saat nifas dan haid

Sebuah dalil telah menjelaskan bahwa dilarang bagi wanita yang mengalami haid dan nifas melakukan hubungan suami istri. Selain karena haram hukumnya, secara medis hal ini juga akan memberikan kerugian bagi wanita. Ia akan mengalami sakit yang luar biasa apabila melakukan hubungan suami istri saat haid atau nifas.


6. Tidak berhubungan lewat dubur

Rasul telah menjelaskan cara melakukan hubungan suami istri dengan baik. Allah juga telah menciptakan jalan yang benar untuk melakukan hubungan ini. Dubur adalah jalan yang dilarang oleh Allah ketika berhubungan. Oleh karena itu, jangan melakukan hubungan suami istri melalui dubur karena akan menyakitkan sang istri.

7. Tidak memandangi bagian vital sang suami

Selama melakukan hubungan, jangan memandangi bagian vital suami karena ini akan meningkatkan syahwat meskipun sedang tidak melakukannya. Inilah salah satu pesan bercinta dari Rasulullah.

8. Mengetahui etika berhubungan dengan benar

Etika berhubungan suami istri sangat dibutuhkan agar kita tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah.

9. Menata kenyamanan tempat tidur dengan baik

Tempat tidur adalah tempat terpenting dalam melakukan hubungan suami istri. Oleh karena itu, sebisa mungkin seorang wanita harus bisa membuat tempat itu menjadi nyaman untuk digunakan.

10. Merahasiakan urusan di ranjang pada orang lain

Hubungan suami istri adalah rahasia mereka jadi tidak ada orang lain yang boleh tahu, meskipun itu orang terdekat sekalipun.

Berdasarkan penjelasan pesan Rasulullah kepada wanita di atas, terdapat banyak hal yang harus kita perhatikan sebelum melakukan hubungan suami istri. Memahami beberapa sunnah Rasul mengenai hal ini akan membantu kita dalam mengerti etika sesuai ajaran Islam. Demikianlah pesan Rasulullah pada wanita saat melayani suami di tempat tidur.

semoga bermanfaat ...

Sumber : kumpulanmisteri.com



Kisah Penuh Hikmah Yang Luarbiasa !!! Nenek Pemungut Daun, Bershalawat di Setiap Lembar Daun !!Lihat Dan Bacalah Apa Yang Terjadi Di Bawah Ini..!!


Dulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, sehabis jalan kaki cukup jauh. Selesai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan lakukan salat Zhuhur. Sesudah membaca wirid seadanya, ia keluar masjid serta membungkuk-bungkuk di halaman masjid.

Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tak satu lembar pun ia lewatkan. Sudah pasti agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara tersebut. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi semua tubuhnya.


Banyak pengunjung masjid jatuh iba padanya. Disuatu hari Takmir masjid memutuskan untuk bersihkan dedaunan itu sebelum wanita tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan segera masuk masjid. Selesai salat, saat ia ingin lakukan pekerjaan rutinnya, ia terperanjat.

Tak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan kenapa daun-daun itu sudah Disapukan sebelum kehadirannya. Orang-orang menerangkan kalau mereka kasihan padanya. " Bila kalian kasihan kepadaku, " kata nenek itu, " Berikanlah kesempatan kepadaku untuk membersihkannya. "


Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk bertanya pada wanita itu kenapa ia demikian semangat membersihkan dedaunan itu. Wanita tua itu ingin menerangkan penyebabnya dengan dua prasyarat : 

pertama, cuma Kiai yang mendengarkan rahasianya ;

 ke-2, rahasia itu tak boleh disebarkan saat ia masih hidup.

Saat ini ia sudah meniggal dunia, dan Anda bisa mendengarkan rahasia itu. " Saya ini wanita bodoh, pak Kiai, " katanya. " Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tak benar saya lakukan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad

Setiap saat saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat pada Rasulullah. Nantinya bila saya mati, saya menginginkan Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarkanlah semua daun itu bersaksi kalau saya membacakan salawat padanya. " Cerita ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Wanita tua dari kampung itu bukan saja mengungkapkan cinta Rasul dalam bentuknya yang tulus.

Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, serta terbatasnya amal di hadapan Alloh swt. Lebih dari itu, ia juga mempunyai kesadaran spiritual yang mulia : Ia tidak bisa memercayakan amalnya. Ia begitu tergantung pada rahmat Alloh. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasululloh saw?



Diketik ulang dari buku " Rindu Rosul ", karangan Jalaluddin Rakhmat, penerbit Rosda Bandung, hal 31-33. cetakan pertama September 2001.
source:www.wattpad.com
http://www.mediaonline69.com/2016/08/kisah-penuh-hikmah-yang-luarbiasa-nenek.html



Bacalah Ayat Ini Saat Sulit, Maka Allah Akan Kirim Seribu Malaikat Untuk Membantu Kita


Tersebutlah seorang laki-laki yang menempuh perjalanan dari Damaskus menuju Zabadani. Di tengah jalan, ada laki-laki lain yang berniat menyewa keledainya. Meski tak dikenal, ia mengizinkan laki-laki asing untuk menyewa keledainya. Keduanya berjalan menuju satu lokasi, beriringan.

“Ayo lewat arah sini,” ajak laki-laki penyewa keledai. 
“Tidak, aku belum pernah lewat jalan itu. Mari tempuh jalan yang lain.” jawab si laki-laki. Mengelak. 

“Tenang saja,” rayu laki-laki penyewa keledai, “aku yang akan menjadi penujuk jalan.” 
Keduanya pun berunding hingga laki-laki pertama mengikuti saran laki-laki yang menyewa keledainya.

Tak lama setelah itu, keduanya sampai di sebuah tempat yang sukar dilalui. Medannya terjal dan curam. Laki-laki pemilik keledai melihat ada beberapa mayat tergeletak di sana. 
Tak dinyana, laki-laki yang menyewa keledainya turun sembari menodongkan sebilah pedang. “Turunlah segera! Aku akan membunuhmu!” 
Laki-laki pemilik keledai pun berlari sekuat kemampuannya. Ia berusaha menghindar, tapi sia-sia karena sukarnya medan yang harus dilalui. 
“Ambil saja keledai kepunyaanku.
Bebaskan aku.” ujar laki-laki pemilik keledai. Nyawanya terancam.

“Pasti. Aku tidak akan menyia-nyiakan keledaimu. Tapi, aku juga ingin membunuhmu.” Gertak si laki-laki. Bengis. 

Tak henti-hentinya, laki-laki pemilik keledai ini menyampaikan nasihat. Ia juga membacakan ancaman-ancaman Allah Ta’ala dalam al-Qur’an dan hadits Nabi tentang dosa membunuh dan melakukan kejahatan secara umum. 
Sayangnya, laki-laki itu tak menggubris. Nafsu membunuhnya sudah bulat. Tak bisa dicegah. Mustahil diurungkan. 
“Jika demikian,” ujar laki-laki pemilik keledai, “izinkanlah saya mendirikan shalat. dua rakaat saja.” 

  


“Baiklah,” bentak laki-laki jahat, “tapi jangan lama-lama!” 



Qadarullah, semua hafalan laki-laki pemilik keledai hilang. Saat sibuk mengingat-ingat, laki-laki tak bernurani itu membentak dan menyuruhnya bergegas. 

Akhirnya, teringatlah satu ayat oleh laki-laki pemilik keledai ini. Ia membaca firman Allah Ta’ala dalam surat an-Naml [27] ayat 62, 

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah selain Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” 

“Seketika itu juga,” tutur si laki-laki, “dari mulut lembah muncul seorang pengendara kuda membawa tombak. Dia melemparkan tombak tepat di dada laki-laki jahat itu hingga langsung tersungkur tanpa bernyawa.” 

“Siapakah engkau?” tanya laki-laki pemilik keledai penuh heran sekaligus haru terima kasih. 
“Akulah hamba-Nya Dia yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan.” 

Kisah menakjubkan ini juga dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim. 
Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaaat, bagikan info ini agar semua orang tidak patah semangat dalam menghadapi ujian sesulit apapun.....

Sumber : kisahikmah.com/


MASYA ALLAH....!!! Ini 8 Cara Mudah Memantapkan Hati Memakai Jilbab


Memantapkan hati berhijab - Ketika dalam hati ada keinginan untuk taat kepada Allah dan RasulNya, dengan memakai jilbab. Ada saja kegundahan yang muncul dalam hati ini. Ragu. Hingga terasa hati ini sungkan untuk segera memakai jilbab.

Apakah anda merasakan hal demikian sekarang ini?

Nah, inilah cara mudah yang dapat anda terapkan untuk memantapkan hati memakai jilbab syar'i:

1. Kenali dan Pahami Status Hukumnya

Patut diingat bahwa memakai jilbab bukan merupakan trend mode. Tetapi, anda harus tahu dan paham status hukumnya dalam Islam.

Tiap wanita dewasa atau sampai akalnya (akil baligh) diwajibkan oleh Allah SWT dan RasulNya untuk menutup auratnya.
Cara Mudah Memantapkan Hati Memakai Jilbab
Menutup aurat dengan sempurna adalah kewajiban
Ini adalah syariat Allah SWT dan dicontohkan oleh istri dan anak dari Nabi SAW.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzaab: 59)

2. Jilbab adalah Kasih Sayang Allah SWT

Tahukah anda zaman jahiliyah itu apa? Iya, salah satu ciri yang nampak pada zaman arab jahiliyah adalah posisi derajat wanita diletakkan sangat rendah.

Wanita pada saat itu dianggap sebagai golongan kelas kedua. Kedudukan laki-laki lebih tinggi.

Bahkan Arab jahiliyah pada waktu itu, saat memiliki atau melahirkan anak perempuan. Maka, mereka malunya bukan kepalang tanggung.


Sahabat Nabi SAW, yakni Umar bin Khattab pada waktu belum memeluk Islam pernah suatu ketika mengubur hidup-hidup anak perempuannya karena tidak bisa menanggung aib.

Nah setelah risalah Islam datang, wanita kembali dimuliakan. Harkat dan martabat mereka diangkat dari lembah kenistaan yang dalam.

Baca juga: Wanita Dieksploitasi Kecantikannya. Itulah Pandangan Kapitalisme

Posisi wanita dan pria bukan lagi seperti posisi sub-ordinasi; salah satunya lebih tinggi daripada yang lain. Namun, menjadi seiring dan sejajar. Yang membedakan dari keduanya hanyalah ketakwaaan kepada Allah SWT.

Dear ladies, pahami bahwa saat anda memutuskan menguatkan hati anda untuk berjilbab sebenarnya anda memasuki pintu kasih sayang Allah. Pintu kehormatan yang telah Allah persembahkan kepada anda. Inilah salah satu kasih sayang Allah SWT yang tiada terkira. Memuliakan anda dengan jilbab yang menutupi aurat anda.

Maka ingatlah hal ini, kuatkan hati anda. Ambil dan rengkuh kemuliaan itu.

3. Berteman dengan Teman yang sudah Berjilbab

Dalam riwayat dikatakan bahwa, jika engkau ingin mengenal seseorang maka lihatlah dengan siapa ia berteman.

Lebih jauh, disebutkan dalam hadits bahwa siapa yang berteman dengan penjual minyak. Maka boleh jadi ia akan kecipratan wangi dari minyak wangi tersebut. Dan sebaliknya, siapa yang berteman dengan pandai besi maka boleh jadi ia akan terkena dan berbau peluh, keringat.

Yup, salah satu tips termudah untuk memantapkan hati untuk memakai jilbab adalah dengan berteman dengan teman-teman yang shalihah. Teman-teman yang memakai jilbab syar'i. Insya Allah dari mereka kita akan mendapat pencerahan dan nasihat yang bisa menguatkan hati.

4. Tunggu Moment

Ini salah satu tips mudah memantapkan hati memakai jilbab. Menunggu momen yang tepat.


Pengalaman dari salah satu teman, ia dulunya belum memakai jilbab. Saat bertemu selepas Ramadhan, saya melihatnya telah berjilbab.

Ia menyatakan bahwa, ia ingin meningkatkan ketakwaannya kepada Allah SWT selepas Ramadhan ini. Dan semoga Allah SWT menguatkan hati saya. Dan saya rasa, ini juga momen yang tepat dan orang lain biasanya tidak terlalu banyak tanya jika kita melakukan perubahan yang baik selepas Ramadhan.

Ladies, bagi Anda yang ingin memakai jilbab. Momen selepas Ramadhan dapat anda gunakan untuk memakai jilbab.

5. Karena "Mata Pria" Sangat Hebat

Ladies, tahu tidak bahwa mata pria berbeda dengan anda. Mata pria secara fisiologis memiliki fungsi fokus dibanding wanita.

Dalam ilmu biologi, hal ini bisa dijelaskan bahwa pria pada waktu itu memiliki peran untuk berburu dan mengumpulkan makanan. Fungsi mata mereka lebih 'hebat' dalam hal fokus dan melihat benda dalam kegelapan malam.

Dear ladies, dengan jilbab yang engkau kenakan. Maka pandangan pria akan lebih terkendali.

Bantu mereka untuk taat dan tidak terjerumus ke dalam dosa pandangan. Coba bayangkan, dengan anda tidak memakai jilbab maka ada kesempatan untuk pria melihat aurat anda. Sang pria berdosa secara tidak sengaja dan anda pun kebagian dosa karena dengan sengaja memperlihatkan bagian tubuh anda yang seharusnya di tutupi.

6. Karena "Wanita sangat Suka Diperhatikan"

Ladies, tahukan bahwa wanita secara psikologis sangat suka diperhatikan dan diberi perhatian.

Tapi, di sisi lain wanita juga  tidak mau dibilang murahan. Nah, bingung kan. Wanita adalah makhluk yang suka diperhatikan tetapi juga tidak mau dibilang murahan.

Coba deh pikir, yang mana lebih mahal permen yang terbungkus rapi (segelnya tertutup) dengan permen yang telah terbuka. Tentu lebih mahal yang tertutup rapi.

Secara psikologis anda suka diperhatikan dan biasanya bertingkah macam-macam agar diperhatikan. But, jadikan ini sebagai jalan bagi anda meraih pahala yang berlipat ganda di sisi Allah SWT.

7. Ingat, Kategori Iman

Ladies, iman menurut ulama adalah pembenaran yang pasti dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan.

Ladies, ingat bahwa keimanan ini memerlukan sebuah pembuktian. Karena kalau sekedar dalam ucapan saja, maka ia sebatas janji saja atau malah menjadi sebuah kebohongan.

Dengan memakai jilbab, berarti kita membuktikan keimanan kita kepada Allah SWT dan RasulNya dalam perbuatan.

Ingat bahwa, beramal dan diucapkan dalam lisan tanpa ada keyakinan  jatuhnya bisa menjadi munafik. Dan, jika keimanan hanya sebatas di hati saja maka jatuhnya bisa menjadi orang yang fasik. Maka buktikanlah keimananmu yang sempurna dengan salah satunya memakai jilbab.

8. Hadiahkan "Kecantikanmu" hanya untuk Pasangan Halalmu

Dan terakhir agar hati semakin mantap untuk memakai jilbab. Ukir kuat dalam relung hati anda yang terdalam bahwa kecantikan yang anda miliki hanya akan persembahkan kepada pasangan anda.
memantapkan hati memakai jilbab
Biarlah kecantikanmu engkau berikan hanya kepada suamimu seorang
Artikel menarik lainnya: Wanita Non Muslim Amerika ini Memilih Memakai Jilbab, Bagaimana Ceritanya?

Ia adalah belahan jiwa anda, berikan hadiah terbaik ini hanya kepada dia. Semoga anda bisa saling bahu membahu dalam menapaki jalan menuju surgaNya Allah SWT. Aamiin.

Inilah langkah sederhana yang bisa anda lakukan untuk memudahkan anda memakai jilbab. Kuatkan hati anda dengan pemahaman Islam yang baik dan ketahui maslahat-maslahat yang terkandung dalam perintah berjilbab. Semoga artikel ini bermanfaat buat anda.




SUBHANNALLOH....!!! Sudah Baca Ayat 212 dalam Al Quran..?




Sahabat, tak perlu bertanya surah apa, karena satu-satunya surah yang memiliki ayat 212 hanyalah surah Al Baqarah. Tidak ada lagi surah lainnya dalam Al Quran yang memiliki ayat lebih dari 210 selain Al Baqarah.

Bacalah, dalam ayat tersebut kita akan menemukan peringatan Allah yang luar biasa:

"Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS. Al Baqarah: 212)

Sungguh dahsyat, kita diingatkan oleh Allah bahwa orang kafir akan melihat dunia ini sebagai sesuatu yang indah dan berharga, meskipun sebenarnya bagi Allah dunia ini bahkan tak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk.

"Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir.” (HR. Tirmidzi, dan dia berkata: ‘hadits hasan sahih’)

Kita juga diingatkan mengenai hinaan terhadap keimanan oleh orang-orang kafir. Serta rezeki yang tak terbatas dari Allah untuk orang-orang yang dikehendakiNya. Maasya Allah.


Jika dihubungkan dengan aksi super damai 212 yang terjadi di Jakarta dan diikuti oleh jutaan Umat Muslim, maka kita bisa menemukan banyak kecocokan dengan ayat tersebut. Betapa rezeki Allah amat tak terbatas, betapa hinaan terhadap keimanan itu nyata adanya.



Namun, ada yang menarik jika kita melihat ayat lainnya yang berhubungan dengan angka 212, yakni surah 2 ayat 12, atau surah 21 ayat 2, keduanya mengisahkan tentang orang-orang munafik.

"Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar." (QS. 2:12)

Siapa yang Allah maksud 'mereka' dalam ayat tersebut? Mari kita telisik di ayat sebelumnya:

"Di antara manusia ada yang mengatakan: "Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian," pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan"." (QS. 2: 8-11)

Sungguh penggambaran yang amat gamblang untuk kaum munafik yang sering berlindung di belakang kata 'sikap netral'.

Atau, mari kita lihat surah 21 ayat 2:

"Tidak datang kepada mereka suatu ayat Al Quran pun yang baru (diturunkan) dari Tuhan mereka, melainkan mereka mendengarnya, sedang mereka bermain-main." (QS. 21:2)

Tentang siapakah ayat ini mengisahkan? Mari lihat ayat sebelumnya:

"Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)." (QS. 21:1)

Yakni tentang orang-orang yang lalai dan tak menyadari seberapa dekatnya kita dengan hari kiamat.

Sahabat Ummi, petunjuk Allah bertebaran di setiap ayat, peristiwa, momen, maka apakah kita tak mampu menangkap petunjuk tersebut? Semoga Allah beri hidayah ke dalam hati kita.



ASTAGFIRULLOHALADZIM...!! Berikut ini adalaha Bahayanya dari Wanita yang Hobi BerHutang


berutang atau meminjam sesuatu (umumnya berupa uang) dari orang lain kadang menjadi jalan terakhir saat kita kepepet. Sekilas memang bisa membantu dan melegakan untuk beberapa saat. Ini hanya sementara, ya. Kalau sudah jatuh tempo dan kita belum ada anggaran untuk meggantinya, wah repot.

Bahaya berutang biasanya memiliki dampak lebih besar pada wanita. Jadi apa saja bahaya wanita yang hobi berutang?

Terbiasa hidup boros

wanita yang hobi berutang biasanya tidak peduli dengan pengeluaran yang dia lakukan. Jika kita terbiasa berutang, semua uang yang kita miliki saat ini biasanya akan dihabiskan saat itu juga. Soal hidup atau tidaknya nanti, dipikirkan belakangan. Hal ini karena kita berpikiran uang akan datang lagi, jika sangat terpaksa kan bisa berutang.

Biasanya wanita yang hobi berutang juga akan mencanangkan gaji atau uang yang akan dia terima untuk membayar utang, “Nanti uangnya aku ganti pas gajian ya.” Klise kan? Padahal kita belum tahu bulan depan kebutuhan kita seperti apa.

Stres

Semakin sering kita berutang, kita akan diliputi perasaan stres berkepanjangan. Bagaimana tidak, kita masih harus memikirkan uang yang harus dikembalikan sementara dompet tipis kering.

 Cenderung banyak berbohong

Jika kita melewati tenggat batas pembayaran, kita akan mencari berbagai alasan untuk mengelak dan menunda pembayaran. Hal ini jika dilakukan berkali-kali akan membuat kita terbiasa berbohong dan pandai mencari alasan.

 Hidupnya tidak tenang

Jika kita punya utang, hati tidak akan tenang karena dilanda kecemasan yang berlebihan. “Duh, dia nanya-nanya kabarku pasti mau nagih utang nih,” kalimat seperti ini akan sering terlontar dari kita yang berutang.

Mengedepankan ego

Biasanya wanita yang hobi berutang ialah wanita yang ingin memuaskan hawa nafsunya saat berbelanja. Wanita seperti ini tentu membahayakan jika menjadi istri dan ibu nantinya.

“Aku mau beli lipstik baru deh tapi lagi gak ada uang, talangin dulu ya,” hati-hati Sahabat Ummi, kata “talangin” menjadi kalimat pembuka untuk meminjam uang.


 jika berutang dianggap wajar dan dijadikan kebiasaan, ini akan menjerat hidup kita sendiri lho. Apalagi dengan posisi kita sebagai wanita yang dituntut cerdas untuk mengendalikan keuangan keluarga nantinya. Jangan sampai terjerat lilitan utang ya Sahabat Ummi, bagaimanapun hidup dengan tutup lobang gali lobang itu akan membuat kita lelah dan dikejar-kejar perasaan bersalah. Naudzubillah


(Ummi online)

HATI HATI BUNDA...!!! Pengasuhnya Bilang Telinga anak Ini Terluka Digigit Semut. Faktanya Kejam!



Saat ini memang menitipkan anak menjadi pilihan bagi ibu atau para orangtua yang sibuk bekerja. Namun hal itu jangan dianggap remeh, karena hal ini bisa saja terjadi pada anak anda.



Berikut ini peringatan bagi ibu-ibu yang menitipkan anaknya ke pengasuh. Seorang ibu tidak menyangka telinga anaknya lecet parah, yang semula dibilang digigit semut oleh pengasuhnya, ternyata adalah akibat disiksa.

Mengutip malaysiandigest.com, menurut ibu yang bernama Farah Hanim itu, saat mengambil anaknya, Habib dan abangnya Haziq, pengasuh memberitahu putranya yang bungsu telah digigit semut sehingga telinganya lecet-lecet.

Karena melihat luka di telinga Habib bukan seperti gigitan semut, Farah pun membawa anaknya itu ke rumah sakit.

Setelah selesai diperiksa, dokter memastikan cedera di telinga anaknya itu adalah akibat disiksa.

Farah meluapkan kekesalan dan kekecewaan di Facebook. Farah bercerita bahwa dia menitipkan kedua anaknya, Habib dan abangnya Haziq, ke seorang pengasuh di dekat rumahnya.

Setiap kali pulang, sang abang selalu bilang diperlakukan semena-mena oleh pengasuhnya. Kata Haziq, dia sering dijewer, dipukul di paha atau dicubit di kaki.

Waspadalah Terhadap Pengasuh Anak
Awalnya Farah tidak percaya dengan cerita Haziq. Dia mengira anak sulungnya itu yang nakal sehingga mendapat hukuman dari pengasuhnya.

Namun setelah melihat kondisi Habib, Farah baru percaya dengan cerita Haziq bahwa pengasuh sering menyiksa mereka.

Apalagi Haziq tba-tiba ketakutan jika diajak pergi ke rumah pengasuhnya. Rupanya bocah tersebut mengalami fobia sehingga tidak mau lagi dititipkan.

Farah pun sadar bahwa selama ini pengasuh anak-anaknya sangat pintar menyembunyikan perbuatannya.



"Suka putar-putar. Sekarang memang tidak mengaku dan menggunakan anaknya sebagai tameng. Awalnya bilang Habib digigit semut. Setelah hasil pemeriksaan dokter keluar, tiba-tiba dia bilang Habib kena pistol mainan anaknya. Habis itu alasan lainnya bilang anaknya tendang Habib. Jadi bukan salah dia," tulis Farah dengan emosi di Facebook.

Setelah Dilaporkan Malah....

Kata Farah, sekarang pengasuh anak-anaknya minta laporan ke polisi ditarik. Setelah itu tiba-tiba marah karena Farah mengunggah masalah anak dan pengasuhnya itu di media sosial.

"Dia bilang nanti malu saudara dan teman-temannya tahu masalah dia. Biar mereka tahu perilakumu. Kamu yang stres anakku yang jadi korban. Jaga anak cuma mau uangnya saja," tambah Farah.

Farah pun teringat kata-kata tetangga pengasuhnya itu yang bilang bahwa anak-anak sering dibiarkan menangis lama sampai suaranya serak.

Farah mengingatkan ibu-ibu yang menitipkan anak-anak agar waspada dan selalu menanyakan apa saja yang terjadi selama dititipkan.

" Hati-hati dengan pengasuh anak, kadang-kadang dia baik di depan kita, tapi di belakang?" katan

Cara (Parenting) Sederhana Tapi Luar Biasa Manfaatnya agar Anak Tidak Manja & Cengeng


Bagaimana agar anak tidak menjadi manja dan cengeng?

Sebelum lebih lanjut membaca bagaimana mendidik anak kita agar tidak manja dan cengeng. Bahwa tulisan ini diadaptasi dari Bunda Elly Risman Musa. Siapakah beliau, berikut sedikit kutipan profilnya.

Dikutip dari merdeka.com, Elly Risman Musa adalah seorang psikolog perempuan yang fokus pada parenting dan pendidikan anak. Psikolog berjilbab ini dulunya menempuh pendidikan sarjananya di Universitas Indonesia di Fakultas Psikologi. Setelah lulus pada tahun 1979, dua tahun kemudian Elly Risman Musa memulai karirnya dengan bekerja di sebuah perusahaan bernama PT Surindo.

Di sana, beliau menjabat sebagai Direktur Operasi. Dalam karirnya yang satu ini, ilmu psikologinya tidak teraplikasi. Meskipun demikian, beliau berusaha mengaplikasikan ilmu psikologi dan pendidikan anak yang dimiliki dengan cara mendirikan taman kanak-kanak dan pondok pesantren. Karirnya sebagai Direktur Operasi PT Surindo bertahan selama lima belas tahun.

Selain menempuh pendidikan formal di Universitas Indonesia, Elly Risman Musa juga sempat mendalami kelas parenting di Florida State University Talahase. Kunjungannya ke Amerika pada saat itu sebenarnya untuk menemani suaminya yang sedang mengambil program PhD.

Nah, sekilas itu Bunda Elly Risman, jadi mari perhatikan baik-baik saran dari beliau.


Simple saja bagi anda orangtua, Anda pernah mencoba membetulkan keran sendiri? Pasang bohlam sendiri? Ganti ban motor atau mobil yang bocor di jalan? Ngelem sesuatu yang sudah terlanjur patah? Membuka botol kaca yang sangat susah dibuka?

Atau, seringkah Anda memasak sambil menggendong anak bahkan di sambi lagi dengan naro pakaian kotor ke mesin cuci? Nyetrika sambil bicara dengan mertua di telfon sedangkan kaki menggoyang-goyangkan bouncer agar bayi tidak bangun dan nangis tanpa henti?

Hidup ini penuh masalah, cobaan, kesulitan, tantangan dan pekerjaan susah yang kadang mau nggak mau harus kita kerjakan.

* * *

Di Indonesia enak. Tukang ledeng terjangkau, pembantu ada, supir banyak yang punya. Yang pernah (atau masih) tinggal di negara maju tau betul bahwa pelayan dan pelayanan itu diluar jangkauan dompet kita pada umumnya. Lha yang bekerja aja belum tentu bisa membayar mereka, apalagi yang keluar negrinya untuk ngejar S3.

Kita gak tau anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti. Oleh sebab itu, izinkan dia untuk belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu, ya jadi koki, ya jadi tukang cuci. Ya jadi ayah, ya jadi tukang ledeng, ya jadi pengemudi.

Anda bukan anggota tim SAR, anak anda tidak dalam keadaan bahaya. Berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tidak ada. Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

Anak ngeluh sedikit karena puzzle nggak bisa nyambung jadi satu, “Sini… ayah bantu”.
Botol minum susah untuk ditutup rapat, “Sini.. mama saja”.
Tali sepatu lama ngiketnya, padahal sekolah sudah hampir telat, “Biar ayah aja deh yang kerjain”.
Kecipratan minyak sedikit, “Udah sini, kentangnya mama aja yang gorengin”.

Kalau begitu terus, kapan anaknya bisa? Jangankan di luar negri, di Indonesia saja pembantu sudah semakin langka. Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana, apa yang terjadi ketika bencana benar-benar tiba?

Baca Juga: Jadi Istri Itu Susah! Hey, Jangan Kira Jadi Suami Mudah!

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri. Kemampuan menangani stress, menyelesaikan masalah, dan mencari solusi itu ketrampilan yang wajib dia miliki. Yang namanya ketrampilan, untuk bisa terampil, ya harus dilatih. Kalau tanpa latihan, terus diharapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri? O-EM-JI!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi, tapi juga lulus melewati ujian badai-badai pernikahan.

Tampaknya sepele sekarang, secara apa salahnya sih kita bantu? Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Susah sedikit, bantuan diminta.
Berantem sedikit ya sudah lah, cerai saja.
Sakit sedikit ngeluhnya warbyasa.
Kena masalah sedikit, bisa jadi gila.

* * *

Kalau anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk perkembangan IQ-nya, habiskan hal yang sama untuk AQ-nya juga.

AQ? Apa itu? Adversity Quotient.

Adversity Quotient menurut Paul G. Stoltz, adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami. Bukankah kecerdasan ini yang lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Bukankah itu yang di miliki Nabi Nuh hingga tidak menyerah dalam dakwah beratus tahun lamanya?
Atau nabi Yusuf yang mengalami banyak cobaan dalam hidupnya?
Dan nabi Ayyub yang terkenal karena kesabarannya menghadapi masalah?
Dan nabi Muhammad ketika ujian-ujian menimpa?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya, merasa bisa menyelesaikan masalah mulai dari yang sederhana sampai yang susah, membuat diri semakin percaya bahwa : minta tolong hanya dilakukan ketika kita benar-benar tidak lagi bisa. Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang, tidak menyerah dalam waktu yang lama.

So, izinkan anak anda melewati kesusahan. Gak papa sedikit luka, sedikit nangis, sedikit kecewa, sedikit telat dan sedikit kehujanan.

Akui kesulitan yang sedang dia hadapi, tahan lidah, tangan, dan hati dari memberikan bantuan, ajari anak kita menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri, apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari? Bisa-bisa anak anda ikut mati. Sulit memang untuk tidak mengintervensi, ketika melihat anak sendiri susah, sakit, dan sedih. Apalagi dengan menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi. Sehingga, melatih AQ ini akan menjadi ujian bagi Anda sebagai orang tua.

Tapi hidup penuh dengan ketidakenakan.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan.

“Permata hanyalah arang… yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik.”

MASYA ALLOH...!! Inilah Daun yang Ditakuti Jin dan Bisa Mengobati Aneka Ilmu Sihir




Tahukah bahwa ada daun yang disebut ‘racun’ untuk bangsa jin? Daun ini in syaa Allah dapat digunakan untuk menyembuhkan sihir serta gangguan jin, yaitu daun bidara. Al Qur’an mengatakan daun bidara di beberapa ayat :


“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Ada diantara pohon bidara yg tidak berduri…” (QS. al-Waqi’ah (56) : 27-29)

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan pada mereka banjir yang besar dan Kami ubah ke-2 kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara. ” (QS. Saba : 16)

Bagaimana caranya menggunakan daun bidara untuk menyembuhkan sihir atau gangguan jin?

Wahb bin Munabih, salah seseorang pemuka tabi’in yang pakar dalam sejarah serta ilmu kedokteran merekomendasikan untuk menggunakan tujuh lembar daun bidara yang dihaluskan. Lalu dicampurkan di air serta dibacakan ayat Kursi, surat al Kafirun, al Ikhlash, al Falaq serta an Naas. (lihat Mushannaf Ma’mar bin Rasyid 11/13).


Al Qurtubi bercerita dari Wahab untuk menyembuhkan Sihir : “Diambil 7 helai daun bidara ditumbuk halus lalu di campurkan air serta dibacakan Ayat Kursi dan di beri minum pada orang yang terkena sihir tiga kali teguk dan air di ember (yang sudah dibacakan ayat-ayat dan juga dicampur bidara) digunakan untuk mandi, In syaa Allah akan hilang sihirnya. ” “Dan diprioritaskan membaca Al Falaq, An Naas, juga ditambah Ayat Kursi lantaran ayat-ayat itu bisa mengusir Syaitan. ”

(Tafsir Ibn Katsir Jilid Satu Terjemahan Singkat Halaman 171)

Selain untuk menyembuhkan sihir dan masalah jin, daun bidara juga bisa

Selain untuk mengobati sihir serta gangguan jin, daun bidara juga bisa dipakai untuk orang yang baru masuk Islam (muallaf), wanita haid yang bersuci, serta untuk memandikan jenazah :

1. Mandi dengan air yang dicampur daun bidara untuk mualaf

“Beliau masuk Islam, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk mandi dengan air dan daun sidr (daun bidara). ” (HR. An Nasai no. 188, At Tirmidzi no. 605, Ahmad 5/61. Syaikh Al Albani menyampaikan kalau hadits ini shahih).

2. Mandi dengan air yang dicampur daun bidara untuk wanita haid yang akan bersuci

‘Aisyah secara marfu’, “Salah seorang diantara kalian (wanita haidh) mengambil air yang dicampur dengan daun bidara lantas dia bersuci serta memperbaiki bersucinya. Lalu dia menuangkan air diatas kepalanya seraya menggosoknya dengan gosokan yang kuat hingga air masuk ke akar-akar rambutnya, lalu dia menyiram semua tubuhnya dengan air. Lalu dia mengambil secarik kain yang sudah diolesi dengan minyak misk lalu dia berbersih darinya. ” ‘Aisyah berkata, “Dia mengoleskannya ke bekas-bekas darah. ” (H. R. Muslim no. 332 dari ‘Aisyah)

3. Memandikan jenazah

“Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu bila kalian anggap perlu serta jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). ” (HR. Bukhari no. 1253 serta Muslim no. 939).

via : ummi-online. com

SUBHANNALLOH...!!! Setelah Melakukan Amalan Ini, Ajalnya Ditunda 5 Tahun Baca Selengkapnya...!!


Terdapat beberapa hikmah yang dapat ditarik dari beberapa cerita para Nabi serta beberapa orang saleh jaman dulu. Diceritakannya cerita itu dalam kitab-kitab supaya generasi yang akan datang serta membuatnya sebagai evaluasi. 

Satu diantara cerita ajaib sebagai ilham untuk beberapa orang yaitu cerita seseorang pria yang umurnya dipanjangkan oleh Allah, SWT karena amalannya. 

Pria itu hidup di zaman Nabi Sulaiman, AS. Karena amalannya yang mulia serta ikhlas, Allah berkenan mengabulkan doanya waktu itu juga. 

Diceritakan pria itu mendatangi Nabi Sulaiman ‘Alaihis salam berbarengan dengan seseorang wanita. Pria serta wanita itu minta dinikahkan oleh sang Nabi. 



Usai akad, serta keduanya dinayatakan sudah resmi jadi pasangan suami istri, keduanya juga pulang. Berbarengan dengan keluarnya pria itu dari rumah Nabi Sulaiman, ada malaikat yang datang bertamu. 

Pada Sulaiman, malaikat itu berkata kalau lelaki yang barusan menikah itu akan meninggal dalam lima hari kedepan. 

Lima hari setelahnya, Nabi Sulaiman ‘Alaihis salam terlihat repot dengan aktivitasnya. Sampai hari ke lima habis, lelaki yang dimaksud oleh malaikat itu ternyata masihlah hidup. 

Nabi Sulaiman cuma diam, sambil bertanya-tanya, kok bisa malaikat berkata demikian, namun tidak kejadian? Apa malaikat itu telah salah melihat orang? 

Setelah itu hari ke enam juga lewat, begitu pula hari ketujuh dan sebagainya, sampai setahun lalu, pria tadi masih hidup dan bahagia berbarengan istrinya. Nabi Sulaiman masih menyimpan rasa keheranan didalam hatinya. 

Sampai satu hari dia kembali berjumpa dengan malaikat itu. Nabi Sulaiman segera bertanya kenapa pria itu masih hidup, tidakkah engkau dahulu menyebutkan umurnya sisa 5 hari lagi? 

“Hai ulaiman, ” jawab malaikat, “Jangan terkejut. Saya memang akan mencabut nyawanya, lima hari sesudah hari itu. Walau demikian, sekeluarnya dia dari rumahnya, ada seorang pengemis. Laki-laki itu memberi sedekah sebanyak lima dirham, lalu ia memohon didoakan oleh pengemis supaya di beri umur panjang. ” 

“Maka, Saya diperintah Allah untuk menangguhkan umur lelaki itu sampai lima th. ke depan karena barokah dari sedekahnya. ” 

Dalam cerita ini ada pelajaran yang bernilai bagaimana sedekah yang ikhlas bakal menolong kita melakukan hidup ini. 

Walau demikian, sebaiknya kita berusaha meluruskan kemauan. Kalau semuanya amalan kita karena Allah Ta’ala. Perkara bonus, itu juga murni Kuasa-Nya. 

Hari ini sudah sedekah? 

Wallahu a’lam 

Bagaimana Status Hukum Anak Dari Hasil Perzinahan? Inilah Penjelasan Al-Qur'an



Perkembangan zaman membuat pergaulan semakin bebas. Tidak ada sekat antara laki-laki dan perempuan. Mereka saling berboncengan, bersentuhan bahkan melakukan hubungan suami istri meskipun mereka bukanlah muhrim sehingga menghasilkan anak. Hal ini pada akhirnya akan menimbulkan kebingungan akan status hukum anak hasil perzinahan. Terdapat beberapa kerugian yang akan menimpa para pezina.

Inilah Status Hukum Anak Hasil Perzinahan Islam adalah agama yang sempurna. Di dalamnya terdapat berbagai aturan untuk umat manusia dalam menjalani kehidupan. Hal itu membuat kita tahu mana yang benar dan mana yang salah, termasuk adab dalam pergaulan. Dalam sebuah dalil did alam AL-Qur’an telah dijelaskan bahwa bagi perempuan dan laki-laki yang bukan muhrim dilarang untuk saling bersentuhan. Dunia ini semakin menunjukkan kerusakannya. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya para remaja atau kaum muda yang melakukan zina.

Perzinahan yang terjadi sering kali membuat sang wanita hamil. Karena mereka melakukan hubungan di luar nikah, maka keluarganya akan malu untuk mengakui perbuatan anaknya. Bahkan mereka akan


menutupi hal tersbeut dari orang lain. Salah satu cara untuk menutupinya adalah dengan menikahkan mereka dengan secepatnya. Tapi hal ini akan berdampak jauh pada status hukum anak di luar nikah.

Ayah dan anak hasil zina tersebut memiliki ikatan berupa hubungan ayah dan anak secara biologis.

Tapi tidak untuk secara agama. Bahkan, anaknya tidak memiliki hak atas kekayaan atau warisan dari ayahnya. Apabila ayahnya tidak ingin memberikan anaknya harta, maka hal itu tidak dilarang. Selain itu, ketika anak dewasa dan akan menikah maka ayahnya tidak dapat menjadi wakil nikahnya.


Bahkan, paman, kakek dan saudaranya pun tidak dapat menjadi wali nikah. Status hukum anak hasil zina dalam Islam ini akan merugikan kehidupan anaknya kelak, terlebih jika wanita.

Sebuah dalil dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa adanya wali nikah bagi wanita adalah syarat pokok yang harus dipenuhi. Jadi, ia tidak akan bisa menikah apabila tidak memiliki wali nikah.

Betapa besarnya kerugian yang akan ditimbulkan. Meskipun hamil di luar nikah bukanlah suatu hal yang harus dibanggakan atau diperlihatkan pada orang lain. Tapi kita juga harus memperhatikan nasib sang anak nantinya sesuai hukum Islam.

Sebagai keluarganya, menutupi aib adalah kewajiban. Tapi cara yang tepat dan benar untuk mengatasi persoalan ini adalah tidak menikahkan wanita dan pria yang telah berzina. Tunggulah hingga anak tesebut lahir. Meskipun hal ini akan membuat malu keluarga tapi akan lebih baik dalam urusan agama atau kehidupan sang anak.

Apabila wanita dan pria itu terlanjur menikah, maka cara yang benar adalah dengan bercerai terlebih dahulu dan menunggu hingga anak di dalam kandungannya lahir di dunia. setelah itu barulah, pria tersebut boleh menikahi wanita itu. Kedua cara ini dapat dilakukan agar ayah bisa menjadi wali nikah anaknya dan mewariskan kekayaan pada anaknya tersebut sehingga akan memperbaiki kedudukan anak hasil zina.

Mengapa kedua cara itu harus dilakukan? Hal ini dikarenakan, menikahi wanita hamil dilarang bagi para lelaki. Oleh karena itu, apabila mereka melangsungkan pernikahan dalam keadaan sang wanita hamil, maka pernikahan tersebut tidak akan sah. Sehingga ketika mereka melakukan hubungan suami istri, mereka masihlah melakukan zina karena pernikahan tersbeut tidak halal.

Sebagai seorang muslim, hendaknya kita memikirkan akibat dari perbuatan kita sebelum melakukan. Selain itu, mendekatkan diri dengan Allah akan menigkatkan kewaspadaan kita terhadap bisikan setan yang akan menjerumuskan kita ke dalam neraka. Karena itulah pelajari status hukum anak hasil perzinahan.


Semoga bermangfaat


ASTAGFIRULLAHALADZIM...!!! ini loh ternyata Jenis-jenis Su’udzan, dari yang Haram hingga yang Wajib


SU’UDZAN merupakan prasangka buruk hati kita terhadap orang lain atau pihak lain di luar diri kita. Tapi tahukah Anda bahwa su’udzan terbagi ke dalam beberapa jenis?


Dalam Mausu’ah al-Akhlak al-Islami dinyatakan,

وضابط سوء الظن الذي يؤاخذ به صاحبه: هو كل ظن ليس عليه دليل صحيح معتبر شرعًا، استقر في النفس، وصدقه صاحبه، واستمر عليه، وتكلم به، وسعى في التحقق منه

Batasan suudzan yang pelakunya mendapat ancaman hukuman adalah semua dzan yang tidak didukung dalil shahih, yang dinilai oleh syariat, tertanam dalam hati, dan dibenarkan oleh orangnya sendiri, dan itu dilakukan terus-menerus, hingga dia ucapkan, serta berusaha untuk menggalinya. (al-Mausu’ah al-Akhlak al-Islami, Durar at-Tsaniyah)

DIANTARA BENTUK SUUDZAN YANG HARAM,

Pertama, suudzan kepada Allah

Suudzan kepada Allah tertamasuk dosa yang sangat besar.

Ibnul Qoyim mengatakan,

أعظم الذنوب عند الله إساءة الظن به، فإن المسيء به الظن قد ظن به خلاف كماله المقدس ، وظن به ما يناقض أسماءه وصفاته

Dosa yang paling besar di sisi Allah adalah suudzan dengan-Nya. Karena orang yang suudzan kepada Allah, dia memiliki prasangka yang bertentangan dengan kesucian-Nya, dia berprasangka yang mengurangi kesempurnaan nama dan sifat-Nya. (al-Jawab al-Kafi, hlm. 96)


Kedua, suudzan kepada orang mukmin yang soleh

Contohnya seperti su’udzan kepada para nabi. Bahkan an-Nawawi menyebutkan, suudzan dengan nabi, adalah tindakan kekufuran berdasarkan kesepakatan ulama. Beliau mengatakan,

ظن السوء بالأنبياء كفر بالإجماع

Suudzan kepada para nabi termasuk kekufuran dengan sepakat ulama. (Syarh Shahih Muslim, 14/156)
Termasuk juga suudzan dengan mukmin yang zahirnya baik. Bukan penganut kesesatan, atau ahli maksiat. Al-Haitsami dalam kitabnya az-Zawajir menggolongkan Suudzan kepada mukmin yang baik sebagai salah satu dosa besar.



SU’UDZAN YANG KEDUA IALAH SUUDZAN YANG TIDAK DIANCAM HUKUMAN DI AKHIRAT.

Ada beberapa bentuk, diantaranya,

Pertama, suudzan yang mubah

Mencakup suudzan kepada orang yang dikenal memiliki kesesatan pemikiran, atau ahli maksiat, atau suudzan kepada orang kafir.

Imam Ibnu Utsaimin mengatakan,

يحرم سوء الظن بمسلم، أما الكافر فلا يحرم سوء الظن فيه؛ لأنه أهل لذلك، وأما من عرف بالفسوق والفجور، فلا حرج أن نسيء الظن به؛ لأنه أهل لذلك

Haram suudzan kepada sesama muslim. Sementara kepada orang kafir, tidak terlarang suudzan kepadanya. Karena dia memang layak diberi suudzan. Sementara orang yang dikenal suka berbuat dosa dan maksiat, tidak masalah memberikan suudzan kepadanya. Karena memang dia layak untuk mendapatkannya.  (as-Syarh al-Mumthi’, 5/300)

Kedua, suudzan yang dianjurkan

Tujuan utama suudzan yang dianjurkan adalah dalam rangka menghindari madharat yang lebih besar, disebabkan adanya sengketa dengan orang lain.

Abu Hatim al-Busti mengatakan,

يستحب من سوء الظن .. كمن بينه وبينه عداوة أو شحناء في دين أو دنيا يخاف على نفسه مكره فحينئذ يلزمه سوء الظن بمكائده ومكره لئلا يصادفه على غرة بمكره فيهلكه

Diantara suudzan yang dianjurkan… seperti permusuhan yang terjadi antara seseorang dengan kawannya, baik karena masalah agama atau dunia, sementara dikhawatirkan ada yang mengancam keselamatan dirinya, maka dia wajib suudzan dari setiap gelagat buruk kawannya. Agar dia tidak diserang dengan konspirasi temannya, yang bisa menyakitinya. (Raudhatul Uqala, 1/127)

Ketiga, suudzan yang wajib

Inti dari suudzan yang wajib adalah mengingatkan masyarakat akan keburukan orang lain atau dalam rangka dakwah. Sehingga suudzan ini tujuan besarnya untuk kemaslahatan syar’i. Seperti yang dilakukan para ulama dengan memberikan jarh (celaan) untuk perawi hadis yang dinilai pendusta. Atau muttaham bil kadzim (diduga memalsu hadis). (al-Mausuah al-Akhlak al-Islamiyah – Durar as-Saniyah)

Allahu a’lam

Sumber: (www.konsultasisyariah.com)









LUAR BIASA...!!! Majikan Kaget Setelah Tahu Kalau Mantan Pembantu (TKW) Mampu Membeli Villa Mewah



 Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia berhasil membeli sebuah villa besar setelah menabung penghasilannya selama 10 tahun.


Pembantu yang tak disebutkan identitasnya itu memiliki gaji sekitar 1.000 riyal, atau setara Rp 3,6 juta setiap bulan. Dia selalu menyisihkan uangnya untuk membeli sebuah rumah, kutip laporan sebuah surat kabar lokal Saudi.

Foto villa itu diambil oleh mantan majikan pembantu tersebut yang merasa kagum dengan prestasinya.

"Ini adalah foto villa milik pembantu saya yang sebelumnya bekerja di Arab Saudi. Dia telah bekerja untuk saya selama sekitar 10 tahun dan saya bersumpah demi Allah bahwa dia telah jujur dan tidak mencuri," kata Mohammed Azuz tentang foto yang diunggah di media sosial.

Dilansir dari emirates247, surat kabar mengatakan sejumlah warga Arab menyatakan terkejut dengan properti mewah yang dimiliki pembantu itu.

Mereka mengatakan ribuan pemuda Arab belum tentu mampu membeli rumah mewah seperti itu. Meskipun mereka memiliki pendapatan yang jauh lebih tinggi dari pembantu tersebut.







Allahhu Akbar!! Inilah Obat Mujarab Untuk Mandul (Sulit Mempunyai Keturunan) Di Dalam Al-Qur'an 

 Jika anda telah lama mendambakan kehadiran buah hati namun tak kunjung hadir, ada baiknya anda menyimak tausiyah singkat ini Dari Syaikh Muhammad Al Habdan :






"Ketika seorang datang kepada Ibnu dan berkata "doa kan aku agar dikaruniai anak" Ibnu Abbas berkata."istighfarlah". kemudian datang orang lain minta doa. "Doa kan aku agar di beri Rezeki berupa uang." Ibnu Abbas berkata."Istighfarlah." kemudian ada lagi yang meminta doa kepada Ibnu Abbas akan tetapi jawaban Ibnu Abbas sama, menyuruh untuk istighfar. maka orang-orang bertanya wahai Ibnu Abbas setiap kali ada orang minta doa kenapa Anda suruh dia untuk istighfar? berkata Ibnu Abbas. apakah kalian tidak membaca firman Allah "maka aku katakan kepada mereka mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya dia maha pengampun" niscaya Dia akan mengirimkan hujan lebat" (Nuh: 11) "Dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan  mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai" (Nuh : 12)

oleh karena itu Nabi Muhammad Saw."Barang siapa yang terus-menerus istighfar". Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan, jalan keluar dari segala kesempitan yang ada padanya, dan memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka"

saudara-saudara yang di uji oleh Allah dengan mandul kemudian kita katakan kepada mereka istighfarlah kamu dan istrimu secara terus-menerus dan aku bersumpah atas nama Allah setelah 2 atau 3 minggu dia memberi kabar bahwa istrinya hamil. aku bersumpah atas nama Allah mereka membayar ratusan juta untuk berobat agar supaya punya anak, tapi ternyata gagal, dan ketika  mereka terus-menerus beristighfar Allah beri mereka anak, bahkan diantara mereka ada 18 tahun tidak diberi keturunan dan ketika mereka beristighfar secara terus-menerus mereka dikarunia 2 anak perempuan dan mereka dan mereka sendiri yang mendatangiku mengabarkan demikian. [reportaseterkini.net]




Sadarkah Kalian Para Orang Tua ! Yang Suka Menitipkan Anak Pada Orang Tua, Ketahuilah Dosa nya




 Di zaman saat ini ini, tak sedikit para ibu yang punyai pekerjaan di luar tempat tinggal menitipkan anaknya kepada kakek atau neneknya, entah semata-mata memberi sebagai bentuk bakti atau serupa gaji karena anak dititipi.






Tak dapat disangkal bahwa kewajiban mendidik anak adalah tanggungjawab utama orangtua kandung, karena mereka adalah amanat mulia yang dititipkan Allah pada kita dan insyaallah bisa menjadi investasi amal kebajikan di kemudian hari.

Namun, alih-alih memanfaatkan kesempatan menanamkan buah kebajikan pada anak, banyak orangtua yang mengalihkan sebagian besar waktu penjagaan kepada orang lain khususnya kepada ibu sendiri atau ibu mertua. Salah satu alasannya adalah demi mengejar karir.

Dalam masalah ini, cobalah kita bertanya pada diri kita sendiri dengan nurani. Apakah perbuatan kita tersebut bisa dikatakan benar dan bisa dibenarkan secara syariat atau tidak?

Pertama, tanyakan dalam hati sanubari kita, apa sebenarnya yang melandasi perbuatan tersebut? Apakah karena orangtua kita lebih baik dalam mendidik anak-anak kita  Atau hanya demi mengejar karir?


Kedua, pastikan apakah orangtua kita merasa terhibur dengan kehadiran cucu-cucu di rumahnya setiap hari? Atau malah mengganggu kesibukan mereka, orangtua kita dengan usianya yang semakin senja dan tubuh yang tak seoptimal dahulu malah merasa kelelahan dan terbebani.

Apalagi jika kita tak memberikan bakti berupa uang lagi setelah orangtua kita berhenti menjaga anak-anak kita. takkah hal itu akan membuat orangtua merasa bahwa mereka hanya digaji karena menjaga anak-anak kita?

Perhatikanlah, jika niat kita hanya meraih jenjang karir yang tinggi kemudian orangtua terbebani maka perbuatan kita termasuk dzalim dan hal itu merupakan dosa.

Dosa karena telah mengesampingkan kewajiban mendidik anak sekaligus mendzalimi orangtua kita. Naudzubillah min dzalik.

Sumber (pelangimuslim.com)

Apakah anda yang termasuk Jarang Ziarah ke Makam Orang Tua? Kisah Ini Akan Membuat Anda Tercengang...!!!




 Ini kisah persahabatan antara ‘Auf bin Malik al-Anshari dengan as-Sha’ab bin Jatstsamah al-Muhajiri. Saking akrabnya, keduanya saling bertutur, siapa yang meninggal duluan maka yang meninggal belakangan akan datang untuk menziarahi. Taqdirnya, as-Sha’ab bin Jatstsamah al-Muhajiri meninggal lebih dulu.

Berselang lama setelah kepergian ash-Sha’ab, ia hadir dalam mimpi Auf bin Malik. Kata ash-Sha’ab yang sudah meninggal, “Mengapa engkau terlambat?”

“Bukan kita yang menentukan segala sesuatu. Semuanya ada dalam Kekuasaan Allah Ta’ala. Jika Dia Menghendaki terlepas, maka terlepaslah. Dan jika Dia Menghendaki terbelenggu, maka terbelenggulah.” jawab ‘Auf bin Malik.
Kemudian, ‘Auf bin Malik bertanya kepada sahabatnya itu, “Apakah orang yang sudah meninggal dunia bisa merasakan kehadiran orang hidup yang menziarahinya?”

“Ya.” Jawab ash-Sha’ab, “Ini buktinya.” Ash-Sha’ab menunjukkan warna hitam di salah satu lututnya.


“Mengapa lututmu berwarna sehitam itu?” tanya ‘Auf bin Malik.

“Aku memiliki hutang sepuluh dinar kepada seorang Yahudi. Aku belum sempat membayar hutangku kepadanya.” tutur ash-Sha’ab.


“Apakah anakmu mengetahui hutangmu itu?” tanya ‘Auf bin Malik.

“Tidak ada yang mengetahuinya.” jawab ash-Sha’ab.
“Pergilah ke rumahku. Ambilkan uang yang aku simpan di dinding batu.” pungkas as-Sha’ab di dalam mimpi.

Tak lama setelah itu, ‘Auf bin Malik terbangun. Siang harinya, ia bergegas ke rumah sahabatnya itu, mencari dinding yang menggunakan batu, mengambil uang dan membayarkannya kepada si Yahudi. Jumlahnya persis sepuluh dinar.

Sesampainya ‘Auf bin Malik di rumah si Yahudi seraya membawa uang untuk melunasi hutang ash-Sha’ab, si Yahudi terbelalak. “Demi Zat yang mengutus Musa dengan kebenaran. Sungguh, tidak ada seorang pun yang mengetahui hal ini (kecuali aku dan ash-Sha’ab bin Jatstsamah).” ujar si Yahudi.

***

Kawan, apakah ada orang tua kita yang sudah meninggal dunia? Apakah ada sahabat dekat dalam iman yang sudah dipanggil Allah Ta’ala? Adakah guru, ustadz, kiyai, atau siapa pun-yang berjasa dalam hidup kita-yang lebih dulu menghadap Allah Ta’ala?

Jika sudah, seberapa sering kita mengunjunginya? Berapa kuantitas kita dalam menziarahinya? Jika tidak pernah apalagi anti-ziarah, kisah ini seharusnya menyadarkan Anda!

Wallahu a’lam.



Apakah Kamu Merasa Mendapat Ujian Paling Berat dari Allah Saat Berumah Tangga ? Baca ini!


Saat rumah tangga kita diuji bukankah lebih baik kita saling memahami
Sebuah bangunan rumah tangga, kita cita-citakan berjalan dengan baik dan harmonis. Mendapatkan anugerah keturunan yang sholeh dan sholihah, serta berkecukupan biaya hidup. Tak ada prahara dan masalah mendera hingga kakek nenek.

Namun manusia hanya bisa berusaha, karena tak selamanya kita akan hidup di bawah kebahagiaan dan kecukupan. Ada saatnya hidup kita terasa begitu perih dan menyakitkan. Begitu pula dalam hidup berumah tangga. Ada saatnya seorang istri berselisih paham dengan suaminya. Ada saatnya sebuah keluarga mengalami masa yang begitu menyulitkan.

Karena kehidupan kita bukanlah berdasarkan cerita fiktif atau dongeng Cinderella.  Saat ini kita hidup di dunia nyata. Di mana para Nabi dan Rasul serta Para Shahabiyah pun mengarungi rumah tangganya dengan penuh ujian.

Ingatkah kita pada kisah nabi Luth yang diuji dengan istrinya yang durhaka?

Ingatkah kita pada kisah nabi Zakaria dan istrinya yang diuji dengan belum memiliki buah hati puluhan tahun?

Atau ingatkah kita pada kisah nabi Ayyub yang diuji dengan habisnya hartanya?

Lalu bagaimana dengan kisah Asiyah yang Allah uji dengan suami sekejam Fir’aun?

Dan, ingatkah kita pada kisah Fatimah yang diuji dengan kehidupan yang Faqir?

Benarkah ujian kita lebih berat dari mereka? Bukankah dunia ini memang tempat untuk diuji? Jika kita lihat lebih luas, ada banyak kisah rumah tangga yang lebih menyayat hati dibandingkan dengan ujian rumah tangga kita.

Ada yang baru 9 bulan menikah sang suami harus pergi menghadap Sang Pencipta, padahal rona-rona cinta baru saja bermekaran.


Ada yang belasan tahun bersabar terhadap suaminya yang tak pernah menafkahi secara lahir dan batin, sehingga si istri harus kerja keras banting tulang demi menghidupi anak-anaknya.

Ada yang memiliki suami yang baik dan anak-anak yang lucu, namun harus melewati hari-hari penuh perjuangan agar tetap ada atap untuk berteduh dan ada makanan untuk anak-anaknya.

Ada pula yang diuji dengan suaminya yang sakit parah, dan si istri selain berusaha mencari penghasilan juga harus merawat suami dan anak.

Setiap orang akan diuji sesuai dengan tingkat keimanannya. Ingatlah, bukan hanya rumah tangga kita yang sedang diuji. Tapi, masih ada jutaan manusia yang sedang diuji pula dengan kehidupan rumah tangganya. Maka bersyukurlah, barangkali kisah hidup kita lebih baik dari kisah hidup orang lain.


Semoga bermangfaat